Minggu, 11 Mei 2014

BAHASA INGGRIS BISNIS 2



Inquiry Letter (Bahasa Inggris Bisnis 2)
CV.TOP BEAUTY KOSMETIK HERBAL
Jl .Wibawa Mukti No.21
Jatiasih Bekasi

Ref         :SR/NA/4A                                                                                                                          28th april,2014
Mrs.Sriwati
Manager
Iklan Sejahtera Inc.
Jl.Tipar Cakung No.09
Jakarta                                 
Dear,Mrs.Sriwati
With our respect we want to introduce our company.our company is CV.TOP BEAUTY KOSMETIK HERBAL.visible from the name of our company,our company has been CV.our company is budge in manufacturing company that makes a wide variety of homemade kosmetik herbal.our company’s location at Jl.Wibawa Mukti No.21 Jatiasih Bekasi.our company have estabilished since 2005.and of course our company always produce kosmetik herbal we made is always have good quality and different from other companies.
And by this letter we want to promote our products.we should be glad if you can help us in promotion our products.we asked for your advice for,
1.       What promotion is suit with our company?
2.       When the time which suit our company?
3.       Where is the suit place to do our promotion?
4.       How much the total cost we must spend in the promotion?

We should be pleased to receive your prompt reply.
Your Faithfully

Dara linggawati
Manager

Minggu, 06 April 2014

Tugas Sofskil
    Bahasa Inggris



Higher premium for banks with lower ratings :
LPS

A differensial premium system (DPS) imposed by deposit insurance corporations on bank and other financial institutions encourages beter risk management, and expert has claimed.according to the deposit insurance corporation’s (LPS) executive chairman,kartika “Tiko” Wirjoatdmojo, the implementation of a DPS would eventually help ensure the stability of the country’s financial system.
Banks that have a low rating on our soundness scale,due to their high risk of failure and poor management,will be charged higher premiums compared to those that score better ratings,” he said on Friday on the sidelines of the third internasional Workshop on intergrated protection Scheme held by the agency in Nusa Dua, Bali.
“That will motivate them to improve their management systems and their ratings in order to avoid paying high premiums.it will benefit us as well because it will enhance our financial stability,”he added.The LPS hopes to introduces a DPS this year to replace the current system that imposes an annual 0.2 percent premium equally on all banksn on their average thirdparty funds.under the new system,The annual rate will be set at between 0.1 percent,depending on each bank’s rating.
It has prepared five rating levels,which are calculated using three indicators- a bank’s own financial ratios; a bank soundness assessment evaluatedby the financial services authority’s (OKJ);and the bank’s compliance with LPS Regulations.the annual rate will stand at 0.1 percent for banks with a rating of 1,0.15 percent for a 2 rating ,0,2 percent for a 3 rating ,0,25 percent for a 4 rating ,and 0,3 percent for a rating of 5.according to tiko there are about 10 commercial lenders in the country that qualify for a 5 rating.
At the moment,LPS only covers saving or deposits up to a maximum of Rp 2 bilion (US$ 176,113)for each Indonesian depositor.it requires banks to charge a maximum of 7,5 percent interest rate for deposits in rupiahs,1.5 percent for deposits in foreign currencies and 10 percent for deposits in rural bank (BPR).its insurance member comprise 109 commercial banks,11 sharia banks and around 1,700 BPRs.the total of insured deposits in commercial and sharia banks amounted to Rp 2.11 quadrillion as of December 2013,equal to 147,63 million accounts,no data is currently available on the BPR’s Deposits.
Meanwhile ,Yee Ming Lee, the general manager for policy and international division at the perbadanan insurans Deposit Malaysia (PDIM),which is Malaysia’s deposits insurance corporation ,said that Malaysian lenders had been coming to the agency,looking for assistance to improve their risk management system.
The PDIM has set its annual premium rates from 0,05 percent to 0,4 percent,established the deposits protection limit at 250,000 ringgits ($76,233)per depositor ,and divides lender into four rating levels.currently there are 27 commercial banks and 21 islamic banks operating in the country .Lee said that banks might need to invest more in information technology and internal control to assist them with improvement in their risk – management system.

Analysis Tense
1.      other financial institutions encourages beter risk management.
simple present tense (S+V1(s/es)+O)

2.      expert has claimed.
present perfect tense (S+have/Has+v3+O+adv.Of time)

3.      the implementation of a DPS would eventually help ensure the stability of the country’s financial system.
Simple present tense (S+V1+O)

4.      he said on Friday on the sidelines of the third internasional.
Simple pas tense (S+V1+O)

5.      it will benefit us as well
simple future (S+will+V1+O

6.      it will benefitus as well
simple future (S+will+V1+O)

7.      it will enhance our financial stability
simple future (S+will+V1+O)

8.      he added
simple past tense (S+V2+O)

9.      the LPS hopes to introduces a DPS this year
simple present tense (S+V1(s/es)+O)

10.  current system that imposes an annual o.2 percent premium equally on all banks on their
average thirdparty funds
simple present tense (S+V1(s/es)+O)

11.  the annual rate will be set at between 0.1 percent and 0.3 percent
simple future (S+Will+V1+O)

12.  it has prepared five rating levels
present perfect tense (S+Have/has+V3+O)

13.  the annual rate will stand at 0.1 percent for banks
simple future (S+Will+V1+O)

14.  it requires banks to charge a maximum of 7.5 percent interest rate for deposist in rupiah
simple present tense (S+V1(s/es)+O)

15.  its insurance members comprise 109 commercial banks
simple present tense (S+V1+O)

16.  which is malaysia’s deposit insurance
simple present tense (S+V1+O)

17.  Malaysia lenders had been coming to the agency
Past perfect continous tense (S+Had+been+Ving+O)

18.  The PDIM has set its annual premium rates from 0.05 percent to 0.4 percent
Persent perfect tense (S+Have/has+V3+O)

19.  Currently there are 27 commercial banks and 21 islamic banks operating in the country
Simple present continous tense (S+  To be (is/am/are)+Ving+O)

20.  lee said that banks maight need to inverst more in information technology
simple past tense (S+V2+O+Adv. Of time)

sourch: Jakarta Post Newspaper, edition
Saturday March 15,2014

Selasa, 14 Januari 2014

Kasus 21




Daripada Bantah, Jaksa-Polisi Lebih Baik Buktikan Rekayasa Kasus Tak Benar

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Dua institusi penegak hukum, kejaksaan dan kepolisian, membantah adanya praktik culas dalam penanganan kasus narkotika, meski Mahkamah Agung (MA) menilai ada rekayasa dalam beberapa penanganan narkotika.

"Ini kalau keduanya bersikukuh benar, jadi repot," kata pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar, saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (11/1/2014).

Baik kepolisian atau kejaksaan, kata Bambang, seharusnya dapat membuktikan kebenaran tersebut. Misal saja dengan menunjukan bukti-bukti materil yang dapat menegaskan yang mereka sangkakan terhadap beberapa terdakwa kasus narkotika yang berujung pembebasan, benar ada indikasi kuat keterlibatan.

"Perlu dicari betul, ada enggak yang bersangkutan terlibat dalam kasus narkotika. Dengan alat bukti menjadi dasar ada tidaknya rekayasa tersebut," tegas Bambang.

Lebih jauh Bambang mengatakan, perlu adanya pengkategorian penyelidikan under cover buy. Metoda tersebut digunakan untuk mencari jejak para pelaku kejahatan narkotika yang diwenangkan kepada para penyidik kejahatan narkotika.

"Harus ada kontrol di lapangan, under cover buy ini apakah untuk bandar atau pengguna, perlu ada perumusan," katanya.

Terkait dengan rencana Polri untuk menurunkan Propam guna mengecek adanya rekayasa dalam penanganan kasus narkotika, Bambang berharap Polri tidak hanya merekomendasikan oknum tersebut untuk meminta maaf kepada masyarakat yang dirugikan.

"Seandainya itu betul terjadi, kepada yang bersangkutan harus diberikan tindakan hukum karena salah dalam melakukan tugasnya," kata Bambang.

Dia khawatir kalau hanya sekedar permohonan maaf, ke depan bila terjadi kejadian serupa maka setiap oknum yang bersalah akan dengan mudahnya meminta maaf kepada korban rekayasa kasus.

Analisisi Berita Di Atas SBB :
                  Kasus Narkoba Sangat Marak Terjadi Dan Tidak Akan Pernah Hilang Selama Pemakai Maupun Penjual Masih Ada. Kasus Di Atas Menunjukan Bahwa Polsi Dan Jaksa Sangat Tidak Terpuji Dengan Merekayasa Kasus Yg Telah Ada,Jika Benar Adanya Kasus Rekasaya Ini Dan Hanya Menyangkut Kepentingan Pribadi,Negara Ini Mau Di Bawah Ke Mana Lagi Ranah Hukumnnya,Apalagi Pihak Yg Berwajib Saja Berperilaku Seperti Itu.
                   MK Yg Berperan Penting Dalam Hal Putusan Pengadilan,Agar Menjadikan Kasus Ini Sebagai Tolak Ukur,Supaya Kedepannya Masyarakat Yg Terlibat/Terjabak Bisa Terselamatkan Dari Putusan Mk Itu sendiri.Serta Bisa Melihat Benar Atau Tidaknya Tuntutan Jaksa/Polri Ataupun Masyarakat Dan Tidak Hanya Sebatas Wacana ,Dengan Catatan Tuntutan Itu Ada Bukti Materilnya.
                  Agar Kejadian Ini Tidak Terjadi Kembali MK Harus Membuat Keputusan Atau UU.Yg Berisi Tentang Segala Bentuk Keputusan Atau Tuntutan Harus Melalui MK,Dan MK Membentuk Tim Survei
Yg Menangani Kriminalitas Sebelum Masuk Ke MK Lalu Ke Pengadilan,Dengan Demikian  Polri/Jaksa Tidak Semenah Menah Dalam Hal Rekasa Sebuah Kasus.  
 


Kasus 20



Nakalnya! Bocah-bocah ini Mengganggu Pengendara di Jalan Panjang Jakbar

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Jakarta - Sejumlah kendaraan nekat menerjang banjir di Jalan Panjang, Kedoya, Jakarta Barat. Di perempatan depan Komplek Green Garden banjir masih setinggi lutut orang dewasa.

Pantauan di lokasi, Selasa (14/1/2014) semakin banyak anak-anak bermain air di lokasi banjir. Padahal cukup banyak kendaraan yang nekat melintas di jalan ini.

Bocah-bocah ini tiba-tiba menyipratkan air ke pengemudi mobil ataupun truk yang membuka jendela mereka. Motor yang melintas perlahan pun mereka dorong dari belakang kemudian menagih imbalan atas jasa tak diperlukan tersebut.

"Mereka bukan anak-anak sini (Kedoya), nggak tahu datang dari mana. Kalau anak-anak sini kami kenal orang tuanya, jadi kalau kami marahi nurut," ujar salah seorang warga Kedoya Utara, Susi (33).

Tak hanya itu bocah-bocah ini pun mendorong sepeda gerobak pedagang roti hingga jatuh. Beruntung air banjir tak sampai tembus ke roti-roti dagangannya.

"Nggak apa-apa, nggak basah. Tapi anehnya bukannya minta maaf anak-anak ini malah minta imbalan," ujar sang pedagang roti yang enggan menyebut nama.

Analisis Berita Di Atas SBB:
             Anak Kecil / Bocah Jaman Sekarang Emang Bebas Berkeliaran Apalagi Mereka Hidup Di Kota Besar Seperti Jakarta, Tidak Heran Banyak Orang- Orang Yg Sering Di Jahili Seperti Berita Di Atas.
Oleh Karena Itu Kita Sebagai Kakak Maupun Orang Tua Anak Itu Harus Extra Dalam Mendidik Mereka, Memberikan Pelajaran,Tata Krama, kasih Sayang  Dan Yg Menyangkut Kebaikan Mereka Sendiri.
           Agar Nantihnya Mereka Bisa Tumbuh Menjadi Anak Yg Sholeh Dan Taat Serta Menghargai Orang Lain  ,Kejadian Seperti Ini Agar Menjadi Perhatian Bagi Orang Tua Maupun KPA (Komisi Perlindungan Anak) . Biar Kedepannya Tidak Ada Lagi Anak Anak Yg Berkeliaran Jika Tidak Penting. Serta Masyarakat Yg Jika Melihat Masalah Seperti Ini Agar Menasihat Serta Membimbing Mereka .
          Supaya Usaha Kita Semua Maksimal, Anak Anak Seperti Mereka Agar Bisa Di Penuhi Kemauannya Yg Posistif Serta Memberikan Kasih Sayang  Cukup Bagi Mereka,Agar Mentalnya Sesuai Dengan Umur  Mereka Masing Masing, Dan Tidak Tumbuh Menjadi Anak Yg Berandalan, Karena Bisa Jadi Anak Anak Kaya Mereka Kurangnya Perhatian Dan Kasih Sayang Dari Orang Tua  Mereka Sendiri.